Showing posts with label Saturnus. Show all posts
Showing posts with label Saturnus. Show all posts

Misi Terakhir Cassini Menemukan Beberapa Fakta Ilmiah Menarik Tentang Cincin Saturnus


Seperti informasi yang kita dapatkan, bahwa Cassini sempat mengorbit planet cincin tersebut sebanyak 22 kali sebelum terjun kedalam atmosfer planet dalam misi terakhirnya.

Saat orbit terakhir, perangkat Ion dan Neutral Mass Spectrometer (INMS) Cassini sempat menangkap molekul organik yang terbuat dari material es dan air, material tersebut mengambang di hamparan cincin planet.

Penemuan menakjubkan ini sontak membuat para ilmuwan terkesima, mereka berasumsi jika cincin pada planet saturnus tersebut memiliki kandungan dari sebagian hujan besar yang juga disertai dengan es dan air.

Linda Spilker, pimpinan ilmuwan Cassini mengatakan "Menarik untuk melihat hasil tangkapan Cassini yang tidak pernah kita sangka" seperti dikutip dari Phys, Minggu (7/10/2018).

Menurut data yang dikirim INMS, hujang dari balik cincin planet tersebut meliputi beberapa komponen molekular kompleks, mulai dari air, hidrogen, propana, dan butana.

INMS juga mengukur variasi hujan di balik cincin Saturnus. Perangkat tersebut mengungkap kalau daerah cincin 'D' adalah daerah dimana hujan paling besar sering terjadi.

"Banyaknya jumlah hujan yang berlangsung di wilayah D menandakan kalau itu memegang peran besar pada karakteristik atmosfer Saturnus," lanjutnya.


Namun, sesaat sebelum Cassini mengakhiri misinya dengan menghancurkan diri, pesawat milik NASA tersebut mengabadikan sejumlah foto yang pada akhirnya dikirim ke Bumi. Beberapa foto tersebut diantaranya adalah foto yang menampilkan bayangan aneh di balik cincin planet.

Bayangan diambil saat Cassini melewati lapisan ionosfer Saturnus dari ketinggian antara 2.600-4.000 kilometer (sekitar 1.615-2.485 mil).

Foto memperlihatkan bayangan seolah keluar dari cincin akibat radiasi sinar ultraviolet Matahari yang mengurangi ionisasi di wilayah cincin.

Menurut penelitian ilmuwan dari Swedish Institute of Space Physics dan NASA Goddard Space Flight Center, ionisasi yang berkurang di wilayah cincin tersebut juga mengakibatkan penurunan plasma.

Diungkap, Saturnus memiliki keempat bagian cincin: A, B, C, dan D. Cincin A dan cincin B justru berpotensi terkena radiasi ultraviolet.

Karena itu, bagian cincin yang terkena radiasi ini menghasilkan bayangan aneh yang tertangkap Cassini. Sementara bagian cincin lainnya, C dan D, tidak terkena dampak dari radiasi ultraviolet.

"Ketebalan lapisan elektron di ionosfer Saturnus berubah drastis dari satu orbit ke lainnya. Variasi mengakibatkan efek elektron yang bergesek di bagian cincin planet," ujar peneliti William Kurth.

NASA Menemukan Laut Di Salah Satu Bulan Saturnus

Dalam gambar merupakan data yang diperoleh oleh pesawat luar angkasa NASA Cassini. (Sumber: nasa.gov)

Salah satu bulan Saturnus, yaitu Titan mungkin berjarak hampir satu miliar mil jauhnya dari bumi. Namun, sebuah makalah yang baru saja diterbitkan berdasarkan data dari pesawat luar angkasa NASA, cassini mengungkapkan bahwa Bulan Titan memiliki air dan sangat mirip seperti yang dimiliki bumi.

Sama seperti permukaan laut di Bumi yang terletak pada ketinggian rata-rata yang kita sebut "permukaan laut", dan laut Titan pun berada pada ketinggian rata-rata.

Titan adalah satu-satunya dunia di tata surya kita selain Bumi yang memiliki cairan stabil di permukaannya. Cairan di danau dan lautan Titan kebanyakan adalah metana dan etana. (Sumber: nasa.gov)

Ini merupakan temuan terakhir yang menunjukkan kesamaan yang luar biasa antara Bumi dan Titan, satu-satunya dunia yang kita ketahui di tata surya kita yang memiliki cairan stabil di permukaannya. Twist di Titan adalah danau dan lautnya dipenuihi dengan hidrokarbon dari pada air cari dan air es yang dilapisi oleh bahan organik padat yang berfungsi sebagai dasar di sekitar danau dan laut ini.

Makalah baru, yang dipimpin oleh Alex Hayes di Cornell University di Ithaca, New York dan dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters, menemukan bahwa lautan Titan mengikuti ketinggian konstan yang relatip terhadap tarikan gravitasi Titan, sama halnya seperti samudra di Bumi. Danau yang lebih kecil di Titan, ternyata muncul di ketinggian beberapa ratus kaki atau meter, bahkan lebih tinggi dari permukaan laut Titan. Danau yang tinggi biassanya ditemukan di Bumi. Tanau terdinggi yang dapat dilayari oleh kapal-kapal besar, Danau Titicaca, lebih dari 12.000 kaki [3.700 meter] di atas permukaan laut.

Studi baru menunjukan bahwa elevasi penting karena badan cairan Titan tampak terhubung dibawah permukaan dalam sesuatu yang mirip dengan sistem akuifer di Bumi. Kidrokarbon tampak mengalir di bawah permukaan Titan yang mirip dengan cara air mengalir melalui batu berpori bawah tanah atau kerikil di Bumi, sehingga danau didekatnya berkomunikasi satu sama lain dan berbagi tingkat cairan yang sama.

Makalah ini didasarkan pada data yang diperoleh instrumen radar Cassini sampai beberapa bulan sebelum pesawat ruang angkasa terbakar di atmosfer Saturnus tahun lalu. Ini juga menggunakan peta topografi baru yang diterbitkan dalam edisi  yang sama dengan Geophysical Research Letters.

Untuk rincian yang lebih lanjut tentang dua makalah tersebut silahkan kunjungi link berikut.
https://news.cornell.edu/stories/2018/01/saturns-moon-titan-sports-earth-features