![]() |
| Ilustrasi Asteroid Mendekati Bumi (Pixbay) |
Senjata ini tidak terlihat seperti senjata yang ada di bumi ya, senjata ini lebih seperti pesawat luar angkasa kecil dengan senjata api yang cukup kuat untuk menghancurkan asteroid hingga berkeping-keping.
Senjata tersebut diberi nama DART (Double Asteroid Redirection Test), NASA mengungkapkan senjata tersebut akan rampung dan siap diterbangkan ke luar angkasa pada Oktober 2022.
DART ini nantinya akan diberi tugas pada jalur yang sudah NASA tentukan untuk menemukan dua asteroid yang akan dihancurkan, yakni Didymos A dan Didymos B.
Dua Asteroid tersebut sering disebut-sebut dengan julukan asteroid kembar, dan objek tersebut cukup berisiko untuk menghantam Bumi. "Dua asteroid itu akan menjadi sasaran pertama DART," kata Tom Statler, ilmuwan DART di NASA.
"Didymos B ada di orbit dekat Didymos A. Karena itu, sangatlah mudah untuk mencari keduanya. Eksperimen ini tak akan mengubah jarak mereka mendekati Bumi," lanjut Statler.
DART menggunakan sistem target on-board, dimana DART akan mendekati Didymos B terlebih dahulu dan menembakkan senjata api untuk menghancurkannya dalam kecepatan 3,7 mil per detik. Setelah Didymos B hancur, DART akan melanjutkan mengincar Didymos A
Fasilitas Pertahanan Khusus
Tidak cuma membangung DART, NASA juga sebelumnya membangun fasilitas pertahanan khusus untuk memantau gerak-gerik asteroid. Mereka menyebutan bahwa bangunan ini sebagai 'kantor' barunya, yang menjadi bagian dari NASA Planetary Science Division.
Fasilitas tersebut memiliki wewenang untuk mengumumkan peringatan benda asing yang berada di dekat orbit bumi.
Hal tersebut sejalan dengan misi NASA yang sudah mereka rencanakan sebelumnya, yang bertugas untuk mendeteksi Near Earth Object (NEO) seperti asteroid dan puing objek sampah luar angkasa.
Jika ada ancaman benda asing yang berada di dekat orbit Bumi, Planetary Defense Office akan melapor ke Federal Emergency Management Agency untuk melakukan tindakan darurat.
Setelah itu asteroid atau benda asing yang di dekat bumi dideteksi NASA, mereka akan memperkirakan presisi orbit objek itu untuk segera ditangani.

No comments:
Post a Comment