Pesawat Luar Angkasa Juno Mengambil Gambar Atmosfer Jupiter Yang Sangat Indah
Pada tahun 2016 silam, NASA meluncurkan pesawat yang bernama Juno yang di khusus kan untuk mengorbit planet terbesar di tata surya kita yaitu Jupiter.
Belum lama ini gambar yang sudah di tangkap oleh pesawat tersebut sudah beredar di situs resmi NASA. Namun yang menjadi menarik adalah atmosfer yang di tangkap oleh pesawat tersebut. Gambar nya bak lukisan Van Gogh yaitu Starry Night.
Foto yang diambil merupakan dari belahan utara jupiter pada 16 Desember dari ketinggian 8.292 mil diatas atmosfer Jupiter.
Ternyata, pesawat Juno pernah terjun lebih dekat dengan pusaran gas raksasa milik Jupiter tersebut pada pertengahan 2017. Pesawat tersebut mengabadikan seperti apa suasana di dalam pusaran gas yang berwarna kemerahan tersebut.
Karena prosesnya berlangsung singkat, kira-kira 12 menit, para ilmuwan NASA tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses semua foto yang dibidik Juno. Alhasil, mereka merilis foto-foto mentah pusaran gas Jupiter tanpa memilahnya terlebih dulu.
JunoCam mampu mengabadikan pemandangan pusaran gas dalam resolusi hampir dua mil per piksel. Saat mendekati garis khatulistiwa dan kutub Jupiter, ia bahkan bisa mengambil foto dalam 30 mil per piksel. Hasilnya sangat menakjubkan. Pasalnya, belum pernah ada instrumen NASA yang posisinya pernah sedekat itu dengan Jupiter.
Sebelum Juno, foto terbaik Jupiter dibidik dari dua pesawat luar angkasa Voyager yang melewati planet raksasa 40 tahun lalu, tepatnya 1979.
Sayang, ilmuwan NASA belum dapat menjabarkan apa yang ada di dalam pusaran gas tersebut. Untuk saat ini, mereka masih mengkaji ulang foto-foto bidikan Juno untuk kembali memeriksa asal muasal pusaran gas yang terus berputar tanpa henti selama 350 tahun lamanya itu.
Dengan diterbangkannya Juno ke Jupiter, NASA berharap eksplorasi ini dapat mengubah perspektif umat manusia tentang Tata Surya di alam semesta.
Seperti yang sudah disebutkan, Juno juga akan mempelajari lapisan atmosfer Jupiter. Setelah itu, para ilmuwan akan mencoba mempelajari ekosistem Jupiter dan menguak apakah planet ini menyimpan 'rahasia' lain.
Dilansir Tech Insider, Juno merupakan pesawat jenis probe yang ditenagai oleh tiga baling-baling seluas lapangan basket. Ia juga memiliki panel surya sebagai sumber tenaga utamanya. Baling-baling berputar tiga kali setiap menit.
Kemampuan baling-baling Juno mampu membuatnya mengorbit Jupiter lebih cepat. Meski begitu, para astronom sempat khawatir dengan panel solar yang menyokong baling-baling Juno.
Pasalnya, cahaya matahari begitu jauh dari Jupiter dan panel solar tersebut pasti hanya menyerap sedikit cahaya. Ini tentu berbeda kasusnya dengan panel tenaga New Horizons, probe yang mengitari Pluto karena mereka ditenagai oleh plutonium.
Probe ini juga memiliki kamera khusus Juno Cam yang mampu mengambil foto-foto dengan resolusi tinggi. Selain itu, salah satu instrumen milik Juno yang disebut JADE (Jovian Auroral Distributions Experiment) akan mempelajari fenomena aurora Jupiter yang terjadi belum lama ini.
Juno juga akan mencari apa memang Jupiter memiliki kandungan air dari atmosfer planet. Jika sudah selesai dengan misinya, ia akan 'menyelam' ke tengah planet dan akan menghancurkan diri di antara atmosfer Jupiter.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment