Fenomena Hari Tanpa Bayangan Kemarin Membungkam Gagasan Bumi Datar
Fenomena hari tanpa bayangan kemarin, menurut Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), bisa menjadi edukasi publik tentang dampak kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap bidang orbit Bumi. Ia Menjelaskan bagaimana kemungkinan fenomena Hari tanpa bayangan bisa membungkam gagasan Bumi Datar.
Profesor astronomi dan astro fisika itu mengatakan, kemiringan sumbu rotasi Bumi menyebabkan Matahari tampak berubah posisi dari selatan ke utara dan kembali lagi keselatan. Ia menjelaskan bahwa ketika posisi matahari di langit yang sama dengan lintang tempat suatu kota, pada tengah hari Matahari tepat berada di atas kepala, sehingga benda tegak bayangannya jatuh di dasar benda tersebut. Bayangan pun tidak akan tampak.
Dampak dari pergeseran periodik Matahari itu menyebabkan perubahan pemanasan Bumi sehingga terjadi perubahan musim. Tandanya perubahan suhu di daerah lintang tinggi dan perubahan arah angin serta daerah pembentukan awan. "Perubahan tersebut menyebabkan perubahan musim di Indonesia dengan adanya musim hujan dan kemarau".
Hari tanpa bayangan tidak hanya terjadi di Pontianak atau kota-kota yang dilewati garis ekuator saja, melainkan dapat terjadi di kota-kota yang berada antara 23,4 Lintang selatan dan 23,4 Lintang utara.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment