
Gerhana bulan ini akan berlangsung lama, yaitu sekita 3 jam 55 menit. Peneliti dari Pusat Sains Antariksa LAPAN, Rhorom Priyantikanto, menganjurkan agar masyarakat mencari tempat yang benar-benar gelap, minim polusi cahaya untuk menyaksikan gerhana bulan ini.
Ia menyarankan demikian karena peristiwa ini akan berlangsung bersamaan dengan fenomena oposisi Mars dan hujan meteor. Sementara, untuk melihat dengan jelas meteor, diperlukan kondisi langit yang benar-benar gelap.
Untuk kita yang ingin melihat dengan jelas gerhana tersebut, alangkah baiknya kita menggunakan teleskop agar bisa melihat dengan jelas permukaan Bulan. Rhorom Priyantikanto menginformasikan bahwa ada sedikitnya lima lokasi di Indonesia yang akan menjadi tempat pengamatan bersama gerhana pada 28 Juli nanti.
Pada masing-masing tempat ini pengungjung bisa menggunakan teleskop yang sudah di sediakan penyelenggara. Selain itu, masing-masing acara juga akan dimulai sejak Jumat, 27 Juli 2018 malam sehingga pengunjung bisa datang lebih awal ke tempat-tempat ini.
Tempat pengamata pertama adalah Plaza Teater Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pengamatan bersama di lokasi ini diadakan oleh pihak Planetarium Jakarta yang bekerja sama dengan Himpunan Astronom Amatir Jakarta.
Untuk tempat kedua berada di Imah Noong di Lembang, Bandung. Imah Noong adalah tempat observatorium yang beralamat di Kampung Eduwisata Areng No. 31, RT.02 RW.12, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Selain acara pengamatan, di Imah Noong juga akan di adakan acara pasar purnama.
Tempat ketiga adalah Taman Tebing Breksi di Yogyakarta. Acara pengamatan bersama ini diadakan oleh Jogja Astro Club. Acara ini dilangsungkan dengan kegiatan kemah bersama.
Tempat Keempat adalah kantor Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) LAPAN Pasuruan. Acara pengamatan bersama ini diadakan oleh LAPAN Pasuruan yang bekerja sama dengan komunitas astronomi se-Jawa Timur. Dalam rangkaian acara ini diadakan juga workshop astrofotografi.
dan yang terakhir adalah kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung. Acara di lokasi ini diselenggarakan oleh pihak ITERA sendiri dan terbuka untuk umum.
Namun, jika kamu tidak berada di beberapa daerah tersebut jangan khawatir, kamu juga masih bisa melihat gerhana tersebut di lokasi lain seperti pegunungan yang dekat dengan daerah kamu sambil berkemah.
No comments:
Post a Comment