![]() |
| "Jika manusia ingin menjadi spesies multi planet, maka kita perlu belajar bagaimana berproduksi di luar angkasa" - Kees Mulder, CEO dan pendiri SpaceLife Origin. |
Namun, pertama-tama kita perlu belajar bagaimana bereproduksi di luar angkasa untuk meningkatkan kemungkinan bertahan hidup. Dan sebuah perusahaan akan memulai metode ini dengan mengirim wanita hamil ke luar angkasa dan membuatnya melahirkan di dalam kondisi mikrogravity.
SpaceLife Origin yang merupakan perusahaan asal Belanda yang akan mewujudkan hal ini. Rencana ini merupakan misi mereka untuk melahirkan bayi pertama di luar angkasa dalam sejarah atas nama ilmu pengetahuan.
Ini akan menjadi langkah pertama yang krusial dalam sebuah perjalanan bagi umat manusia yang mengarah ke kehidupan di luar Bumi sebagaimana diperlukan untuk permukiman masa depan di planet lain.
Agar dapat mewujudkan cita-cita itu, SpaceLife Origin akan menyelenggarakan 3 misi penelitian dalam lima tahun mendatang dengan misi terbesar yaitu membawa seorang wanita hamil ke luar angkasa untuk melahirkan.
Misi-misi tersebut didirikan dengan bantuan ahli etika, medis, teknis, dan hukum. SpaceLife Origin telah menjalin kemitraan dengan universitas dan pemasok terkemuka dari teknologi luar angkasa dan sektor medis.
Sehingga diharapkan melahirkan manusia pertama di luar angkasa dijadwalkan dapat terwujud pada tahun 2024 nanti dan dapat membantu mewujudkan visi: memungkinkan kehidupan yan gberkelanjutan di luar Bumi.
Tentu saja misi-misi ini akan sangat membantu perkembangan manusia menjadi spesier antar planet. Selagi badan-badan dan perusahaan antariksa terkemuka menginvestasikan miliaran dolar menjajah dan meneliti planet lain dengan tujuan membangun koloni disana. SpaceLife Origin membuat upaya kolonisasi berkelanjutan, dengan meneliti dan mengeksekusi kondisi untuk reproduksi manusia di luar angkasa langkah demi langkah. Langkah unik dan kritis untuk masa depan manusia.
3 Misi Penelitian SpaceLife Origin Antara Lain:
Misi Ark, Melindungi "seed of life" Manusia di Luar Angkasa (2020).
Dengan menggunakan teknologi Patnt Pending, misi ini akan membuat membuat 1.000 tabung yang berisi sel reproduksi manusia (sel sperma dan sel telur). Tabung ini menyediakan lingkungan yang terlindungi dari radiasi dan bahaya lain yang dapat membahayakan sel-sel tersebut.
Sel-sel tersebut akan diambil dari klinik IVF yang disetujui dan diawasi di seluruh dunia. Sel-sel itu di-vetrifikasi dan disimpan dalam tabung dengan aman di satelit yang nantinya akan mengorbit pada ketinggian 300 mil di atas Bumi. Diharapkan misi ini dapat melindungi sel-sel dari setiap peristiwa bencana di Bumi selama beberapa dekade.
Misi Lotus, Pembuahan Sel Di Angkasa (2021)
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, manusia akan dikandung di luar angkasa. Pembuahan sel sperma dan sel telur akan membentuk embrio di orbit rendah bumi. Ketika embrio kembali dengan selamat ke bumi, mereka akan tumbuh lebih jauh di dalam ibu mereka.Untuk mewujudkan hal ini, SpaceLife Origin sedang mengembangkan teknologi 'Space-Embryo=Incubator'. Inkubator embrio ini akan dikirim ke luar angkasa dan akan mengandung embrio tersebut. Begitu berada di luar angkasa, embrio dikandung dan mulai berkembang. Setelah 4 hari, inkubator akan kembali ke Bumi. Kehamilan dan kelahiran yang sebenarnya akan terjadi di Bumi.
Misi Cradle, Kelahiran Manusia di Luar Angkasa (2024)
Dan ini langkah penting dalam evolusi kita. Seorang wanita hamil akan melahirkan di luar angkasa. Dipersiapkan dengan baik dan aman dan didukung oleh tim ahli medis. Langkah besar menuju "kehidupan di luar bumi".Selama misi berdurasi 24-36 jam ini, seorang wanita hamil akan melahirkan 250 mil (400 kilometer) di atas Bumi (sepertinya ISS), ditemani oleh tim medis kelas dunia yang terlatih. Proses yang disiapkan dan dimonitor dengan cermat diharpkan mengurangi semua risiko yang mungkin terjadi.
Berbagai resiko Dibalik Misi Cradle
Meski perusahaan berhasil menemukan sukarelawan, roket komersil dan uang yang dibutuhkan untuk mendanai misi Cradle, misi tersebut masih terkendala banyak masalah lain.Sulit untuk mengirim seorang wanita hamil ke ruang angkasa tepat waktu sebelum ia akan melahirkan apalagi mengenai keselamatan bayi dan ibu hamil tersebut. Pada saat roket mengangkasa penumpang akan menderita lebih banyak tekanan gravitasi. Astronot saja biasanya mengalami tiga kali tekanan gravitasi selama peluncuran roket hingga mengorbit, tidak ada yang tahu efek apa yang terjadi pada calon bayi dan ibunya nantinya.
Jika proses peluncuran berhasil dengan aman, akan timbul masalah lain terkait dengan persalinan ibu hamil tersebut. Kondisi mikrogravity di luar angkasa akan menimbulkan banyak masalah serius, seperti kurangnya bantuan saat ibu mendorong bayi keluar, kesulitan memberikan epidural penghilang rasa sakit saat pasien melayang di angkasa atau cairan tubuh yang melayang di dalam pesawat sebagai gumpalan.
kalau pun kita anggap semuanya berjalan baik dan tim medis kelas dunia yang terlatih yang ikut dalam perjalanan menemani wanita hamil dalam perjalanan bersejarah itu melahirkan bayi dengan selamat, masih ada perjalanan ke bumi yan gharus dipertimbangkan.
Itu artinya, menyelamatkan diri dari jatuh bebas melewati atmosfer, diikuti dengan pendaratan menggunakan paasut dan mendarat, bukan suatu pengalaman yang bisa dialami bayi baru lahir dan ibu yang baru melahirkan.
Kemudia, seandainya memang bayi itu selamat sesampainya di bumi, akta lahir macam apa yang sah untuk orang yang lahir di luar angkasa?
SpaceLife Origin mengakui rencananya masih punya banyak hal yan tak terduga yang harus disempurnakan. Namun, misi ini memang ditunjukan untuk mendapatkan jawabannya. Ditambah lagi, mereka yang terlibat dalam proyek ini yakin kalau perusahaan ini tak jadi melakukannya, bakal ada perusahaan lain yang akan mengambil rencana ini.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang SpaceLife Origin, kalian bisa mengunjungi situs resminya: https://spacelifeorigin.com/en
Referensi:
https://viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1110246-perusahaan-ini-mau-kirim-ibu-hamil--untuk-melahirkan-di-luar-angkasa
https://m.erabaru.net/2019/01/11/perusahaan-belanda-berencana-kirim-bumil-ke-luar-angkasa-untuk-bersail-bagaimana-tempat-kelahiran-bayi

No comments:
Post a Comment