![]() |
| Juno akan mendekati bintik merah besar pada tanggal 10 Juli 2017 (Sumber: nasa.gov) |
"Bintik merah besar dari Jupiter mungkin adalah ciri dari Planet paling besar di tata surya kita yang sangat terkenal" kata Scott Bolton, pemerhati utama Juno dari Southwest Research Institute di San Antonio. "Badai monumental ini sudah ada di planet terbesar tata surya selama berabad-abad. Kini, Juno dan para peneliti akan melihat seberapa dalam akar dari badai ini dan membantu kita memahami bagaimana badai raksasa ini bekerja dan apa saja yang membuatnya sangat istimewa."
Pengumpulan data Great Red Spot adalah bagian dari penerbangan Juno keenam diatas puncak awan misterius Jupiter. Perijove (titik di mana orbit berada paling dekat dengan pusat Jupiter), Juno akan mendekati pusat tersebut pada hari Senin, 10 Juli, pukul 6:55 siang PDT (9:55 WIB EDT). Pada saat perijove, juno akan berada sekitar 2.200 mil (3.500 kilometer) diatas puncak Jupiter. Sebelas menit 33 detik kemudian, Juno akan menempuh jarak 24.713 mil (39.771 kilometer) dan akan berada tepat diatas puncak awan merah yang melingkar atau bintik merah besar Jupiter. Pesawat tersebut akan melewati sekitar 5.600 mil (9.000 kilometer) di atas awan Giant Red Spot.
"Keberhasilan pengumpulan data di Jupiter adalah bukti dedikasi, kreativitas dan kemampuan teknisi tim NASA-Juno," kata Rick Nybakken, manajer proyek Juno dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California. "Setiap orbit membawa kita lebih dekat dengan jantung radiasi dari Jupiter, namun sejauh ini Juno telah melewati badai elektron yang mengelilingi Jupiter lebih baik daripada yang pernah kita bayangkan."
Juno diluncurkan pada 5 Agustus 2011 dari Cave Canaveral, Florida. Selama misi ekplorasi, Juno terbang rendah di atas puncak awan planet ini sekitar 2.100 mil (3.400 kilometer). Selama penerbangan ini, Juno menyelidiki apa yang berada di bawah awan yang menutupi jupiter dan mempelajari aurora untuk dipelajari lebih jauh tentang asal usul, struktur, atmosfer, dan magnetosfer planet ini.
Hasil awal dari misi Juno menggambarkan planet terbesar di tata surya kita sebagai plant yang penuh dengan badai, dengan struktur interior yang sangat rumit, aurora kutub yang energik, dan siklon polar yang besar.

No comments:
Post a Comment