Relativity Akan Luncurkan Roket Hasil Printer 3D Pertama di Dunia Tahun Depan
Upaya manusia menciptakan roket bukan hanya perkara biaya yang tak murah tapi juga soal tingkat kesulitannya. Ada sekitar 100 ribu bagian berbeda yang menyusun sebuah roket.
Dua pemuda bernama Tim Ellis dan Jordan Noone punya ide yang sanggup memangkas yang mahal dan rumit.
Ellis, mantan karyawan Blue Origins, dan Noone mantan pekerja SpaceX membentuk sebuah startup bernama Relativity pada 31 Desember 2015 lalu. Tujuannya untuk membangun keseluruhan roket, dari mulai bagian-bagian paling sederhana sampai rumit seperti mesin, menggunakan printer 3D atau teknologi pencetakan tiga dimensi.
Mereka memiliki cita-cita untuk membuat roket dengan cepat dan murah. Visi mereka adalah untuk membangun roket yang akan digunakan untuk ke Mars.
“Kami hanya berpikir, di masa depan seluruh produk (nampaknya) akan dicetak melalui printer 3D. Alih-alih hanya mencetak bagian-bagian tertentu, jika kami mampu mencetak semuanya, itu akan menjadi masa depan,” kata Ellis.
Dan saat ini Relativity sedang mengembangkan roket hasil printing 3D pertama mereka yaitu Terran 1 untuk diluncurkan tahun depan.
Untuk mewujudkan impian tersebut, Relativity telah memiliki Stargate, mesin printer 3D logam terbesar di dunia.
Stargate memiliki sensor dan kecerdasan bawaan untuk melacak dan meningkatkan kinerjanya. Memiliki beberapa "print head" yang terletak di ujung lengan penggerak untuk membangun komponen kompleks dengan bentuk yang rumit
Menggunakan Stargate, Relativity berhasil membuat mesin roket yang diberi nama Aeon 1. Mesin Aeon 1 memiliki kekuatan dorongan hingga 19.500 pound, sepersepuluh dari kekuatan mesin Merlin 1D yang terpasang di roket Falcon 9 dari Space X. Dengan Stargate, mesin roket dapat dicetak hanya dalam 20 hari.
Sampai saat ini Relativity telah melakukan 124 uji pembakaran pada mesin Aeon 1 menggunakan fasilitas di Stennis Space Center NASA di Mississippi.
Untuk roket, sepertinya Relativity tidak akan mengalami kendala dalam pengembangan nya. Tapi ada satu yang yang belum disiapkan, tempat peluncuran untuk roket itu sendiri.
Beruntungnya, Relativity baru-baru inu memenangkan kontrak untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas peluncuran roket mereka sendiri di Launch Complex 16 (LC-16) Cape Canaveral Air Force Station di Florida, Amerika Serikat.
Kontrak ini didapatkan dari The 45th Space Wing of the Air Force. Ini merupakan kesepakatan langsung pertama Angkatan Udara Amerika Serikat dengan perusahaan peluncuran roket yang tidak disubsidi oleh pemiliknya, seperti SpaceX dan Blue Origin.
Dan sekarang Relativity hanya tinggal menyiapkan roket pertamanya tersebut untuk diluncurkan.
Roket Terran 1 sendiri akan diluncurkan tahun depan untuk membawa satelit kecil ke orbit.
Terran 1 mempunyai tinggi sekitar 100 kaki (33 meter). Stage pertama roket akan memiliki sembilan mesin Aeon 1 dan stage kedua akan memiliki satu mesin Aeon 1. Roket ini akan mampu mengirimkan muatan 1250 kg ke orbit rendah Bumi, dengan biaya peluncuran sekitar $ 10 juta. Jika berhasil, perusahaan akan menawarkan jasa peluncuran dengan biaya peluncuran yang dihitung per kilogram.
“Kami terkesan dengan tim Relativity yang berpengalaman dan pendekatan inovatifnya terhadap teknologi luar angkasa dan kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka ketika mereka melanjutkan proses untuk meluncurkan roket Terran 1 dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral,” kata Thomas Eye, direktur rencana & program untuk The 45th Space Wing of the Air Force.
Membuat roket hanyalah awal dari misi Relativity Space. Tujuan akhir perusahaan adalah untuk memproduksi roket secara massal dalam waktu singkat untuk membangun kapasitas produksi di Mars.
Pada tahun lalu, co-founder Relativity Space Tim Ellis menyebut roket telah menjadi model bisnis dan menjadi alasannya untuk menciptakan teknologi pencetakan. Roket, disebut Ellis, merupakan produk terbesar, berbobot ringan, dan berbiaya tinggi yang dapat diciptakan manusia. Roket juga bisa menjadi cara Relativity untuk memamerkan teknologinya kepada dunia.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kalian bisa mengunjungi situs resmi Relativity:
https://www.relativityspace.com/
Referensi:
https://www.forbes.com/sites/alexknapp/2019/01/17/under-30-startup-relativity-space-will-be-launching-from-cape-canaveral/#24e58e6f1166
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment